
M.FIRDAUS OIWOBO,SH SAAT BERDISKUSI DENGAN KETUA KEDEWAN PERS
Intelmedia.co
Baru baru ini beredar video berdurasi 49 detik didalam group intelmedia.co dan komite wartawan reformasi Indonesia tentang edukasi pimpinan umum intelmedia.co untuk anggotanya yang di buat di ruangan piket reskrim polres tangerang selatan.didalam video tersebut pimpinan umum intelmedia.co yang juga ketua umum komite wartawan reformasi Indonesia mengajak anggota atau kerabatnya untuk memakai masker kalau kemana mana,mengingat covid 19 ini sudah semakin mengkhawatirkan,namun tujuan baik belum tentu mulus.
Pasalnya saat mengunggah video tersebut pimpinan umum intelmedia.co yang juga Menjabat sebagai Ketua Umum Komite wartawan reformasi Indonesia atau disingkat KWRI ini salah menyebutkan bahwa 12 anggota masyarakat tangerang selatan yang terpapar covid,malah menyebut anggota polres tangerang selatan yang terpapar covid.alhasil video yang awalnya akan dijadikan edukasi agar anggota wartawan di intelmedia.co,Komite wartawan reformasi Indonesia dan lembaga Komunitas pengawas korupsi tersebut Mengikuti anjuran gugus tugas covid 19 untuk memakai masker malah menjadi batu sandungan hukum.
Video kesalahan dalam penyebutan nama yang harusnya disebut 12 Anggota masyarakat tangerang selatan terpapar covid,malah yang disebut 12 anggota polres tangerang selatan terpapar covid.
Pimpinan umum intelmedia.co yang dikenal bernama M.Firdaus Oiwobo,S.H ini akhirnya di panggil polisi untuk memberikan klarifikasi terkait video yang diunggahnya tersebut.
Sepulang nya dari polres tangerang selatan Akhirnya team intelmedia.co pun mewawancarai pimpinan umum intelmedia.co pada tanggal 28/9/2020 terkait permasalahan tersebut sehingga mengapa dirinya dipanggil pihak polri untuk memberikan klarifikasi.
pria yang sudah menggeluti dunia jurnalis selama belasan tahun ini mengatakan bahwa dirinya memang saat itu kurang begitu fokus dalam membuat video edukasi yang berdurasi kurang lebih 49 detik tersebut.karena video itu sengaja dibuat untuk memberi pelajaran kepada anggotanya agar menggunakan masker ketika bepergian,mengingat penyakit corona ini sangat berbahaya bagi manusia.
Sebelum berangkat ke kantor polres tangerang selatan tanggal 21/9/2020 untuk memberi keterangan atas dugaan penipuan yang menimpanya hingga merugikan dirinya milyaran rupiah,firdaus sempat membaca beberapa berita tentang perkembangan penyebaran covid 19 di tangerang selatan ,dikarenakan keluarganya sudah banyak yang menjadi korban wabah ini bahkan ada beberapa orang paman dan tantenya yang meninggal dunia, dirinyapun saat ini memang berdomisili di tangerang selatan.didalam berita online yang di bacanya tersebut berisi kalimat 12 orang anggota masyarakat tangerang selatan terpapar covid 19 berstatus pdp.
Karena merasa prihatin terhadap permasalahan tersebut, akhirnya Firdauspun menyempatkan diri dengan kondisi tergesa gesa membuat video edukasi agar masyarakat mematuhi peraturan gugus tugas untuk memakai masker dan jaga jarak
Firdaus mengatakan bahwa dirinya sempat kaget ketika menegaskan kembali video tersebut,karena setelah dicocokan dengan apa yang dibacanya di media sosial tentang 12 warga tangerang selatan terpapar covid 19 berstatus pdp,ternyata yang disebut didalam video tersebut adalah 12 anggota polres tangerang selatan terpapar covid.akhirnya firdaus segera menghapus video edukasi pakai masker tersebut setelah tau video tersebut salah menyebut nama,namun menurut firdaus video itu sudah terlanjur sampai ke tangan polisi sehingga dirinya di panggil pihak polres tangsel untuk di mintai keterangan klarifikasi.padahal menurutnya bahwa video tersebut ga beredar luas dan tidak viral.karena memang bukan untuk umum
Firdauspun tidak mengetahui siapa yang menyebar video tersebut hingga bisa sampai ketangan pihak kepolisian,karena video tersebut diperuntukan hanya untuk anggota organisasinya serta kerabat dekatnya saja,padahal selain itu menurut firdaus bahwa dirinya membuat video tersebut dikarenakan rasa keprihatinannya yang begitu tinggi terhadap musibah wabah corona yang telah menelan banyak korban didunia ini." Saya sih ga ada niat untuk mencemarkan nama polres tangerang selatan,apalagi sampai berani membuat berita bohong.
Kejadian ini sebenarnya lebih karena kekeliruan saya saat membuat video tersebut,karena situasi saat itu saya sedang terburu buru untuk menemui penyidik yang akan menangani kasus yang saya sudah laporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan uang milik saya sebanyak 4.1 milyar di polres tangerang selatan.
Makanya saya terburu buru dalam membuat video edukasi tersebut,saya berinisiatif membuat video tersebut karena telah membaca di salah satu media bahwa ada 12 anggota masyarakat tangerang selatan yang terpapar covid dan berstatus pdp,di tambah lagi ada beberapa orang keluarga saya yang meninggal dunia terkena covid dalam kurun waktu sebulan ini.
Makanya saat ini saya sedang gencar mengkampanyekan dimedia saya agar masyarakat mau menggunakan masker dan mengikuti peraturan yang telah dikeluarkan oleh gugus tugas covid 19.
Agar penyebaran covid 19 ini tidak menjalar kemana inikan penyakit berbahaya,jadi kita jangan pernah main main."ujarnya
Team intelmediapun mempertanyakan kelanjutan dari hasil pemeriksaan klarifikasi pihak polri terhadap dirinya,firdaus mengatakan bahwa itu hal yang biasa dalam dunia jurnalis,adanya salah dalam penulisan ataupun dalam ucapan."inikan dunia jurnalis yang telah di lindungi oleh undang undang pers nomer 40 tahun 1999,dipasal 5 kan sudah dijelaskan bahwa apabila ada pemberitaan yang keliru maka masyarakat atau siapapun yang di muat dalam berita tersebut mempunyai hak untuk mengkoreksi atau keberatan agar segera si pewarta tersebut merubah isi beritanya.
Selain hak jawab,dalam pasal 5 tersebut masyarakat atau siapapum yang diberitakannya mempunyai hak juga untuk mengkoreksi,dan itu dilindungi oleh undang undang.
Apalagi wartawan sudah melakukan kontrak kerjasama dengan pihak kepolisian,saya rasa itu bukan satu masalah yang perlu di besar besarkan.
Saya juga pada kesempatan ini ingin mengucapkan maaf yang sebesar besarnya atas kekeliruan saya yang telah membuat video edukasi masker hingga salah menyebut nama anggota masyarakat tangerang selatan menjadi anggota polres tangsel.karna saat itu terburu buru dan kebetulan saya sedang berada di polres tangerang selatan saat itu.
Saya juga berusaha agar kedepan akan memperbaiki kinerja saya dan kinerja bawah saya."pungkas firdaus.
Diketahui bahwa anggota intelmedia.co dan anggota organisasi komite wartawan reformasi Indonesia telah mempunyai perwakilan di setiap provinsi hampir diseluruh indonesia.
" sekarang saya sudah meminta maaf kepada kapolres tangerang selatan atas kekeliruan saya baik melalui media,ataupun melalui surat.
semoga kapolres tangerang selatan mengambil langkah bijaksana dalam menanggapi permohonan maaf kami tersebut,dan mau membuka pintu maaf kepada kami,sehingga kami bisa bekerjasama lagi dengan pihak polres tangerang selatan seperti sedia kala dalam mendapatkan berita'"pungkas firdaus mengakhiri(red# syh)







.jpeg)