Pengelola BUKIT NAANG tidak bertanggung jawab penuh atas Kecelakaan yang di alami pengunjung nya.
isi berita : intelmedia.co – Kampar -Terkesan setengah hati, Pengelola Destinasi Aggro Wisata BUKIT NAANG Bangkinang – Kampar tidak bertanggung jawab penuh atas insiden yang di alami oleh salasatu pengunjung nya.
Luka parah yang di derita oleh Dede Ilham (26) warga Desa Sekijang, Tapung hilir, harus di bedah kembali karena infeksi. Bukan hanya rasa sakit yang harus di rasakan oleh Bapak satu orang anak ini, namun ia harus berjuang sendiri untuk mengobati luka yang membuat kaki kanan nya kian membengkak.
Insiden itu di alami nya pada Tanggal 16/06/2018 lalu. “Saat itu saya membawa anak dan istri saya untuk menikmati libur hari raya Idul fitri. Dengan harapan dapat melepaskan rasa jenuh karena lelah nya dalam melakukan aktivitas sehari hari. Namun sayang, saya malah menjemput penyakit” tutur nya.
“saya menyadari kaki saya terluka setelah saya merasakan perih setelah sebelumnya saya menjajal wahana luncuran yang berkelok kelok dan berwarna biru itu. Akhir nya di ketahui penyebab insiden itu karena ada material bangunan kolam cebur yang tidak terpasang dengan baik (rusak).
Mengetahui kejadian itu, salaseorang dari pekerja di tempat itu langsung membawa saya ke RSUD Bangkinang. Setelah mendapat perawatan dari tenaga medis, pada hari itu juga kami pulang kerumah dengan biaya yang di bayarkan oleh pihak mereka” terang nya melanjutkan.
“tiga hari setelah kejadian itu, saya merasakan kaki saya semakin mendenyut dan mulai membengkak, karena merasa kaki saya semakin parah, saya mencoba untuk memberi tahu kepada pihak BUKIT NAANG melalui telephone dan berharap mereka masih mau untuk membawa saya berobat. Namun sayang, dengan nada ketus mereka bilang tidak mau tau lagi tentang keadaan saya saat itu (21/06/2018). Akhir nya saya terpaksa pergi berobat dengan biaya yang saya tanggung sendiri, dan kaki saya di operasi lagi” katanya mengahiri kisah nya.
Saat di konfirmasi oleh awak media melaui telepon selular nya, pihak pengelola Destinasi Agro wisata BUKIT NAANG membenarkan kejadian itu dan menganggap tanggung jawab mereka telah selesai sampai di situ saja. “kami sudah membawa dia berobat, dan kemampuan kami hanya sebatas pertolongan pertama saja. Kalau untuk merawat, buka jahitan dan kalau terjadi infeksi, itu sudah menjadi tanggung jawab dan resiko dia (korban), kami tidak punya anggaran untuk itu” jelas pria yang belakangan di ketahui adalah sebagai OWNER sekaligus pengelola destinasi Agro Wisata itu.
Ketika di Tanya tentang keterkaitan pihak ke tiga yang dapat mem-Backup resiko terjadinya insiden di lokasi destinasi wisata yang di kelola itu, Pria yang akrab di sapa Pak Haji ini mengaku tidak menkait kan nya lagi dengan perusahaan Ansuransi, sebab pernah di coba ternyata mengakibatkan kerugian bagi usaha yang di kelola nya itu.
ketika di rayu agar beliau mau meluangkan waktu untuk bertemu dan merundingkan nya secara kekeluargaan, sayang, beliau tidak mau dan menganggap masalah ini sudah selesai dan mengahiri panggilan telephone itu.
(Rudi WS)
Editor: Alex irawan
Wartawan: Rudy Ws
Kabiro: Syahrudin