Mangkrak Proyek Air Bersih Di Desa Sandue Belum Selesai Dikerjakan Dinas Terkait Harus Mengambil Tindakan Tegas
Bima ~ Intel Media Bima ~ Pada tanggal 28 Juli 2020 proyek air bersih didesa Sandue Kecamatan Sanggar mulai dikerjakan Namun akan tetapi sampai hari ini belum juga bisa diselesaikan padahal masyarakat sangat membutuhkanya. Pantauan Wartawan Dilokasi Desa Sandue Kecamatan Sanggar kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat NTB.
Ketika awak media mengadakan konfirmasi dengan Muhdar kades Sandue dirumahnya 13 Pebruari 2021 terkait penyebab belum selesainya proyek air bersih diwilayah kekuasaanya, Menanggapi Dan mengatakan sebaiknya harus melihat faktanya dilapangan agar tidak menimbulkan fitnah. "Faktanya belum selesai kok tapi sebaiknya harus melihat dulu buktinya",tegas Kades Sandue Muhdar.
Disaat awak media melihat Lokasi bor ternyata pekerjaan memang benar belum selesai dikerjakan. Yang terlihat antara lain gedung untuk tempat simpan disel,pipa yang terpasang ditanah dan ujung pipa yang dibor.
Muhidin warga desa Sandue mengatakan sudah delapan bulan dengan sekarang belum juga selesai proyek ini. Kemana anggaranya sehingga pekerjaan bisa macet seperti ini, Warga desa Sandue sambungnya merasa kecewa sekali karena sudah lama mengharapkan air bersih tetapi faktanya belum bisa terwujud.
Menurut ketua pelaksana M. Yamin Husen alias Wiro, proyek air bersih itu bersumber dari dana DDA desa Sandue Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima tahun 2019 senilai RP 283.492.700.
Item pekerjaan yang sudah dikerjakan sambungnya terdiri dari pengeboran air ditiga titik dengan perincian titik pertama dibelakang kantor desa Sandue yang lama, Titik kedua disekitar kantor KUD desa Sandue dan titik ketiga dipekarangan warga desa Sandue tepatnya tidak jauh dari kantor KUD desa Sandue.
"Saya tidak menyelesaikan pekerjaan karena masih ada sisa anggaran yang belum diserahkan",kata M. Yamin Husen melalui HP Pada Hari Minggu 14 Februari 2021.
Camat Sanggar Ahmad, SH selaku pengawas Kecamatan angkat bicara tentang sisa anggaran proyek air bersih tersebut.Dia mengatakan via HP seluler nya. 14 Pebruari 2021, anggaran yang tersisa itu tinggal RP 4 juta saja. Uang itu dipinjam oleh oknum pegawai Kecamatan tetapi belum dikembalikan.
"Insya Allah ahir bulan februari 2021 ini akan dikembalikan oleh saya semuanya",tegasnya.
Hasil pantauan awak media bahwa kebijakan yang diambil oleh penguasa wilayah Kecamatan Sanggar sebagai pihak pengawas Kecamatan lebih mengedepankan perasaan dari pada rasio.
Dampaknya yang dibantu merasa senang karena terpenuhi kebutuhan sementara melunasi hutangnya tidak mampu dilaksanakan. Akhirnya pengawas Kecamatan yang menanggung beban itu karena ditekan oleh sikon.
Solusi yang diharapkan pertama dinas terkait harus turun kelapangan kemudian melihat langsung hasil pekerjaan proyek air bersih didesa Sandu Kecamatan Sanggar.
Kedua, panggil pengawas Kecamatan, Tim Verifikasi, dinas Pu Kecamatan, tim perencana Kecamatan, Sarjana pendamping desa, kades lama dan kades baru. Tanyakan kenapa proyek air bersih didesa Sandue belum juga selesai padahal masa kerjanya sudah berlangsung delapan bulan.
Proyek air bersih itu memakai anggaran negara bukan anggaran pribadi. Target dan sasaran harus menjadi dasar acuhan selama beraktivitas bukan hanya asal bekerja saja. (Red/IMB/01).