L-KPK DESAK KEJATI SULUT USUT DUGAAN PENYIMPANGAN REHAB KANTOR DAN TEEMINAL PENUMPANG PELABUHAN MELONGUANE
Intelmedia.co Senin,09/12/2019 Sulut.
Rehabilitasi Kantor dan Terminal Penumpang Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Talaud, Prov. Sulut berbandrol, Rp. 848.498.750,- sumber dana APBN 2019 yang dikerjakan kontraktor CV Berkat Mulia, diduga sarat penyimpangan,” tandas Frangky Bee. Kegiatan yang diduga beraroma penyimpangan terpantau melalui penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis semisal, penggunaan material berupa pasir dan kerikil pantai oleh pihak pelaksana kegiatan.
Sementara pihak kesyabandaran pelabuhan Melonguane terkesan tutup mata dengan hal tersebut bahkan lebih dari itu diduga pihaknya tak pernah memperingatkan kontraktor terhadap penggunaan material pasir dan kerikil pantai ,” ujar Bee. Menurut Bee, penggunaan material pasir dan kerikil pantai bertentangan dengan ketentuan dan aturan yang berlaku sementara, bangunan tersebut tak akan bertahan lama dikarenakan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis, bakal rapuh dan terancam ambruk,” ucap-Nya
Sebagaimana diketahui kontrak pekerjaan rehabilitasi kantor kesyabandaran dilakukan pada tanggal 11 juni 2019 dengan rentang waktu pelaksanaan pekerjaan 180 hari kalender bakal molor dari waktu pelaksanaan," tandas Bee Demikian pula halnya dengan proyek rehabilitasi terminal penumpang berbandrol Rp. 403.744.561 sumber dana APBN 2019, dikerjakan oleh kontraktor yang sama dinilai, kualitas dan atau mutu pekerjaan tak berbeda jauh dengan rehab kantor kesyabandaran,” ungkap Bee Menyikapi dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis pada kegiatan rehabilitasi kantor kesyabandaran dan terminal penumpang pelabuhan Melonguane, Dirwaster Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) Wilayah Prov. Sulut, Bertje Rotikan, angkat bicara.
Rotikan dalam pernyataannya kepada awak media mapikor-news.com sabtu, 9/11-2019 menegaskan bahwa dugaan penyimpangan pada kegiatan pembangunan di Institusi Pemerintahan terletak pada aspek pengawasan yang dinilainya sangat lemah tapi juga cenderung berbau konspiratif,” ujar Rotikan. Hampir setiap tahunnya berdasarkan hasil pantauan LKPK memukan berbagai kegiatan pembangunan yang tak tuntas, penggunaan material tidak sesuai spesifikasi teknis, molor dan mangkrak sangat berpotensi merugikan keuangan Negara,,” ucap Rotikan Persoalan lain yang juga harus diseriusi pihak kementerian terkait minimnya kehadiran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dilokasi pekerjaan kerap, membuka kesempatan buat kontraktor melakukan pekerjaan asal jadi sehingga hasil pekerjaan jadi tak berkualitas,” ucap Rotikan.
Sementara TP4D sebagai pihak yang mengawal setiap kegiatan pembangunan fisik dilingkungan pemerintahan terkesan tutup mata dengan hal tersebut padahal dugaan penyimpangan ada didepan mata mereka tapi tak sedikit pun mengingatkan pelaksana untuk melakukan pekerjaan sesuai kontrak," tandas-Nya Terkait wacana yang digulirkan Jaksa Agung bakal membubarkan TP4D dinilai sangat tepat sebab, nuansa kepentingan cenderung lebih kental ketimbang memenuhi tugas dan tanggung-jawab mereka didalam melakukan pengawasan. Menurut Rotikan, LKPK mendukung wacana Jaksa Agung membubarkan TP4D Rencana tersebut sebaiknya tidak sebatas wacana.
TP4D cenderung menjadi alat oleh pelaksana dan pemilik kegiatan menakut-nakuti masyarakat melakukan pengawasan,” papar-Nya Dibagian lain rehab kantor kesyabandaran dan terminal penumpang pelabuhan Melonguane yang diduga sarat penyimpangan, Rotikan meminta institusi hukum segera menyelidiki penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis,” desak-Nya.
Sementara upaya konfirnasi coba dilakukan Frangky Bee, aktifis LSM KIBAR kepada penguasa pelabuhan Melonguane berinisial GB alias Golfried tak membuahkan hasil, yang bersangkutan menurut stafnya, bapak lagi tugas luar, koq tugas luar sampai berminggu-minggu,” ucap Bee Diduga GB sering menghindar dari uberan aktifis yang berniat mengkonfirmasi seputar penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis juga tidak berbeda jauh dengan oknum PPK, kerap tidak berada ditempat sehingga tak mengherankan kalau hasil pekerjaan jadi tak bermutu,” tandas Bee.
Intelmedia.co SULUT (JL)-(SMH)