Intelmedia.co,baru baru ini terjadi lagi proses pengadilan jalanan yang menelan korban jiwa
Namun betapa mirisnya kejadian tersebut sehingga mengoyak hati siapapun yang mengetahui tentang cerita sebenarnya tentang kasus tersebut
Tidak sedikit orang yang meneteskan air mata setelah mengetahui ternyata korban pengadilan jalanan yang dituduh maling ampli mushola tersebut ternyata adalah seorang yang taat beragama dan seorang kepala rumah tangga yang taat dalam menghidupi anak dan istrinya dari hasil menyervice ampli dan elektronik bekas
Dialah muhammad al zahra alias joya,seorang tukang service elektronik yang gigih berjihat dalam menafkahi anak dan istrinya
Namun naas,saat joya kelelahan dalam perjalanan mengambil ampli bekas yang telah dibelinya
Joya sesaat menjalankan perintah sang khalik dengan menunanikan ibadah shalat ashar sekligus berniat istirahat di dalam mushola tersebut
Namun naas,seseorang meneriakinya maling dengan tuduhan maling ampli
"Maling Maling Maling" teriak seseorang sehingga memancing warga lain tuk mengambil tindakan main hakim sendiri
Tanpa sempat mengemukakan pembelaan terhadap apa yang di tuduhkan kepadanya
Joya harus meregang nyawa karna di pukul dan di bakar oleh ratusan masa yang sudah beringas bagaikan kesetanan
Dengan kalimat Laillahaillallah yang terucap dibibirnya,akhirnya joya mengikhlaskan dirinya tuk berpisah dengan anak istri tercinta selamanya
Setelah joya di pukuli dan di bakar oleh masa,ternyata apa yang dituduhkan oleh masyarakat yang main hakim sendiri terhadap diri joya tersebut ternyata tidak terbukti
Ampli mushola yang awalnya di kira di curi oleh joya,ternyata ampli musholah tersebut masih pada posisinya
Sementara ampli bekas milik joya masih berada di jok motor korban yang bernama joya teesebut
Namun nasi sudah jadi bubur,joya kini tidak akan bisa lagi mengimami sang buah hati saat shalat
Joya tidak akan bisa lagi tertawa bahagia bersama anak dan istrinya lagi
Kini tinggak sang istri yang menanggung nasib harus berusaha sendiri dalam membesarkan anaknya termasuk sang jabang bayi yang masih berusia 6 bulan dalam kandungan
Kejadian inipun mengetuk hati M firdaus oiwobo SH seorang yang saat ini menjabat sebagai ketua Umum Lembaga komunitas pengawas korupsi yang juga pemilik yayasan mutiara taman firdaus bergerak di bidang pengelolaan panti rehabilitas korban narkoba dan Panti Yatim Piatu di bilangan tangerang selatan
Setelah mendengar kejadian tersebut akhirnya firdaus membuka donasi Lembaga KPK untuk Almarhum joya
Firdaus telah mengumumkan kepada seluruh jajaran lembaga KPK seindonesia agar ikut berperanserta dalam pemberian santunan kepada keluarga almarhum joya di nomer rekening Bca 3020160151
Firdauspun secara pribadi telah mempersiapkan santunan jutaan rupiah dan sebidang tanah seluas 500 meter persegi di bilangan bekasi untuk dihibahkan pada anak almarhum joya
Sambil meneteskan airmata firdaus berpesan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut pelaku pengroyokan dan provokasi yang menghilangkan nyawa joya
Firdaus juga berjanji melalui lembaga KPK yang dipimpinya akan terus mengawasi kasus tersebut sampai kasus ini benar benar terungkap sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasi kpk dalam mengawasi kebijakan publik pemerintah indonesia
"Saya minta polisi harus bertindak tegas dan segera mencari pelaku pengeroyokan tersebut,ini merupakan pelajaran besar dan dosa berjamaah bangsa kita karna membiarkan hamba Allah yang sedang ibadah terbunuh karna fitnah
Dan saya akan menyurati kapolri,komnasham dan bapak presiden agar serius mengusut tuntas kasus tersebut
Jika tidak,saya berjanji akan menurunkan masa untuk berdemo agar kasus ini terungkap jelas duduk persoalanya
Joya sudah meninggalkan kita selamanya
Namun ada tanggung jawab negara yang perku di selesaikan dengan tuntas dalam beberapa hal ini
Khususnya tentang penegakkan hukum di indonesia yang membuat rakyat hilang kepercayaan terhadap penegak hukum
Hingga lebih memilih jalan pintas dengan mengadakan peradilan jalanan"pungkas firdaus mengakhiri wawancaranya dengan team Intelmedia.co senin malam 9/8/2017 saat di temui di kediamannya (red#)