ADIK KANDUNG KETUA MAHKAMAH KONSTITUSI " TOLONG JANGAN BAWA BAWA ABANG SAYA UNTUK MENUTUPI KEJAHATAN MASA LALUMU,JADILAH MANUSIA YANG BERADAB
Intelmedia.co
Banyak cara para politikus dinegri ini dalam mewujudkan cita citanya untuk mencari simpati masyarakat,di antaranya pada proses pilkada di kabupaten bima.
Berbagai sistem telah dilakukan,mulai dari pengenalan diri melalui media sosial,sampai melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat.
Namun tidak sedikit juga para calon bupati dan wakil bupati di bima yang telah dengan sengaja melakukan pelanggaran pemilu kada,bahkan tersebar pula isyu yang menggelitik ditengah masyarakat kabupaten bima bahwa ada beberapa orang calon yang diduga memakai ijazah orang lain selama karirnya dan ada juga yang mengaku ngaku seorang yang sudah melaksanakan haji ketanah suci mekah hingga disebut sebagai Hajah dimedia sosial,padahal menurut catatan intelemdia.co bahwa calon tersebut belum sama sekali pergi haji, ijazah rekayasa dan keterangan palsu atau berita bohong sepertinya akan mewarnai proses pendaftaran para calon diPilkada kabuapten bima saat ini.
Berita ini mulai terendus secara perlahan oleh masyarakat bima,bagaikan bom waktu yang tinggal menunggu meledak saja,isyu itu bergulir terus bagai bola salju.
Team intelemdia.co menyempatkan diri untuk melakukan wawancara dengan tokoh perubahan M Firdaus Oiwobo SH pada tanggal 18/8/2020.
Firdaus mengatakan bahwa baru calon Syafaad yang bersih dan memenuhi syarat menjadi calon bupati bima " menurut saya baru paslon syafaad lah yang bisa melanggeng menjadi calon bupati bima,karena partai pendukungnya sudah memenuhi kuota melebihi 10 kursi,bersama partai Pan dan Nasdem syafaad dipastikan lolos sebagai calon bupati bima,namun ada juga pasangan calon bupati bima yang juga telah memenuhi unsur bakal lolos seleksi sebagai calon bupati dan wakil bupati bima,mereka adalah pasangan calon yang di beri nama Iman,sementara calon bupati lainnya saya serahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten bima untuk memilai dan menyeleksi secara ketat dilihat dari banyaknya pelanggaran yang diduga telah dilakukannya"ujar firdaus
Firdaus minta kepada komisi pemilihan umum dan badan pengawas pemilu kabupaten bima benar benar menyeleksi para calon kepala daerah dengan ketat,mengingat isyu isyu menggunakan ijazah rekayasa dan status palsu di media sosial yang sedang berkembang semakin santer di tengah masyarakat kabupaten bima.
Team intelmedia.co pun menyempatkan diri untuk mewawancarai salah satu tokoh masyarakat bima,seorang ibu pensiunan guru di bilangan jakarta barat,ibu bernama siti syamsiah atau to sei ini mengaku sebagai adik kandung ketua mahkamah konstitusi,saat di wawancara oleh team intelmedia.co bahwa siti Syamsiah keberatan kalau nama abang kandungnya yang saat ini menjabat sebagai ketua mahkamah konstitusi dicatut,karena tidak pernah punya keponakan apalagi adik kandung yang mencalonkan diri sebagai calon bupati atau wakil bupati bima periode 2020 _ 2025.
" tolong yah jangan bawa bawa nama abang saya,karena abang saya ngga pernah ikut campur dengan urusan sampah pilkada,apalagi beliau itu ketua mahkamah konstitusi,saya baca di media bahwa ada calon wakil bupati bima yang mengaku sebagai adik kandung abang saya ketua mahkamah konstitusi,kami sekelurga tertawa membaca berita itu,saya tau masa lalunya,sudahlah stop menipu terus rakyat,jangan sampai rakyat bima nanti tertipu lagi oleh kelakuannya.
Saya hanya berpesan kepada para calon agar percaya diri saja.jangan sampai bawa bawa nama pejabat untuk melegalkan kejahatan masa lalunya,menurut saya komisi pemilihan umum kabupaten bima harus menyeleksi secara ketat siapa yang layak diloloskan sebagai calon bupati bima.
Rakyat kabupaten bima sekarang sudah pintar,ga mungkin melirik calon pemimpin yang punya record kejahatan masa lalu,apalagi sampai pernah di pidana sebagai penipu dan pemalsuan data hingga dipecat disalah satu institusi negara" imbuhnya saat diwawancara oleh team intelemedia.co.
Ketika di tanyakan secara rinci siapa orang yang di maksud tersebut,dirinya belum mau mengungkapkan siapa orang yang di maksud "saya peringati komisi pemilihan umum kabupaten bima,jangan sampai sembarangan meloloskan calon bupati atau wakil bupati bima kali ini,karena ini menyangkut hajat dan kepentingan orang banyak di kabupaten bima.jangan sampai salah pilih "pungkas siti syamsiah mengakhiri (red# syh)